Pages

Subscribe:

Hot News

News image

Pato Jadi Tumpuan

MILAN – Perjalanan AC Milan di ajang Liga Champions musim 2011/12 akan dimulai Selasa (13/9) atau Rabu dini ... Selengkapnya

News image

Ujian Berat!

BARCELONA – Barcelona berambisi mempertahankan gelar Liga Champions yang mereka raih... Selengkapnya

News image

Persipura Ubah Taktik

PAPUA – Jacksen F. Tiago, pelatih Persipura Jayapura, mengaku harus mengubah sedikit strategi bermain menyusul absennya Gerald Pangkali dan Johannes ... Selengkapnya

News image

Pemain Mulai Melunak

JAKARTA – Ketegangan antara beberapa pemain dan pelatih timnas Wilhelmus “Wim” Rijsbergen diharapkan mereda. Beberapa pemain yang sebelumnya mengancam mogok ... Selengkapnya

Minggu, 20 Maret 2011

Metode Diakronis


 Pengertian Metode Diakronis
Secara etimologi diakronis berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari kata “dia” dan “khronos”, “dia” yang berarti “melintasi atau melewati” dan “khronos” yang berarti “perjalanan waktu”.
Jadi diakronis bisa diartikan dengan histori atau sejarah.
Sedangkan pengertian diakronis sebagai suatu metode pembelajaran disini adalah suatu metode mengajar ajaran Islam yang menonjolkan aspek sejarah. Metode ini memberi kemungkinan adanya studi komparatif tentang berbagai penemuan dan pengembangan ilmu pengetahuan, sehingga anak didik memiliki pengetahuan yang relevan, memiliki hubungan sebab akibat atau kesatuan integral. Lebih lanjut anak didik dapat menelaah kejadian sejarah dan mengetahui lahirnya tiap komponen, bagian, sub sistem, sistem dan suprasistem ajaran Islam.
Wilayah metode ini lebih terarah pada aspek kognitif.
Metode diakronis disebut juga metode sosio historis, yakni suatu metode pemahaman terhadap suatu kepercayaan, sejarah atau kejadian dengan melihatnya sebagai suatu kenyataan yang mempunyai kesatuan yang mutlak dengan waktu, tempat, kebudayaan, golongan dan lingkungan tempat kepercayaan, sejarah dan kejadian itu muncul. Metode ini menyebabkan anak didik ingin mengetahui, memahami, menguraikan dan meneruskan ajaran-ajaran Islam dari sumber-sumber dasarnya, yakni al-Qur’an dan As-Sunnah serta pengetahuan tentang latar belakang masyarakat, sejarah, budaya di samping siroh Nabi SAW, dengan segala alam pikirannya.
                  Metode ini tidak semata-mata mengutamakan segi pelaksanaan atau aplikasi praktis. Teknik pengajarannya meliputi diskusi lokakarya, seminar, kerja kelompok, resensi buku, lomba karya ilmiah dan sebagainya. Metode diakronis ini menggunakan asumsi dasar sebagai berikut:.   Islam adalah wahyu Ilahi yang berlainan dengan kebudayaan sebagai hasil daya cipta dan rasa manusia.
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (3) إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى (4)

Artinya: “dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),”. (QS. An-Najm: 3-4)
Maksud dari asumsi di atas adalah bahwasannya al-Qur’an sebagai wahyu Ilahi merupakan suatu hal yang berlainan dengan kebudayaan karena al-Qur’an produk langsung dari Allah, yang diturunkan kepada seorang Rasul yang dilahirkan sebagai seorang yang ummi, yang daripadanya tidak mungkin untuk memodifikasinya dan sejarah telah membuktikan bahwasanya yang dinaskan bahwa tidak akan ada yang dapat menandingi al-Qur’an dari segi manapun serta terpeliharanya keotentikan al-Qur’an sepanjang masa.
Dengan pengetahuan tersebut diharapkan anak didik lebih mantap dan kokoh keyakinannya terhadap ajaran agama Islam dan mengamalkannya.
2.      Islam adalah agama yang sempurna dan diatas segala-galanya.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Artinya: “Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah kridhoi Islam itu jadi agama bagimu”. (QS. Al-Maidah: 3)
Bahwasannya Islam merupakan agama yang bersumber dari Tuhan dan diperuntukkan bagi umat manusia yang sesuai dengan fitrah manusia dan yang menjamin kemulyaan manusia, memberikan kemerdekaan serta melepaskannya dari perbudakan, dengan demikian dapat diharapkan anak didik sadar atas fungsinya sebagai hamba dan khalifah Allah serta sebagai warosatul anbiya’.
3.   Islam merupakan suprasistem yang mempunyai beberapa sistem dan subsistem dan komponen dengan bagian-bagiannya dan secara keseluruhan merupakan suatu struktur yang unik.

وَمِنْ ءَايَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Artinya: “Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.”. (QS. Fushshilat: 37)

Islam adalah universal yang tidak hanya mengatur masalah uhrawih semata tetapi juga seluruh masalah yang menjadi kebutuhan bagi berlangsungnya kehidupan umat manusia seluruhnya agar tercipta keseimpangan hidup, karena itu Allah memberi pengetahuan tentang berbagai hal misalnya tentang teknologi yang makin berkembang dengan penemuan-penemuan yang menakjubkan tetapi harus diingat jangan sampai manusia menjadi lupa dan “mengagungkan” teknologi atau bahkan “menyembah” teknologi, tetapi sebaliknya dengan teknologi itu dapat menambah tebalnya keimanan.
4.   Wajib bagi umat Islam untuk amar ma’ruf nahi munkar.

وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

Artinya: “Dan menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar”. (QS. Ali-Imran: 104)
Disini ditekankan kepada penegasan bahwa amar ma’ruf nahi munkar merupakan kewajiban setiap muslim dan diharapkan dengan metode ini anak didik menyadari yang mengamalkan dengan baik dan benar.
5.   Wajib bagi umat Islam untuk mengajak orang lain ke jalan Allah dengan hikmah yang penuh kebijaksanaan.

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”. (QS. An-Nahl: 125)
Dengan metode ini diharapkan anak didik memiliki sikap dan cara yang baik untuk menyeru kepada kebaikan dan meluruskan yang menyimpang. Karena dengan disampaikannya latar belakang dan sejarah dari setiap materi maka anak didik memiliki sikap yang tidak terlalu kaku.
6.   Wajib bagi umat Islam untuk menyampaikan risalah Islam kepada orang lain menurut kemampuannya.
Sabda Rasulullah SAW:
بلغواعنى ولواتة (رواه البنحارى والنزمذى واحمد)
Artinya: “Sampaikanlah olehmu diriku walaupun seayat saja”. (HR. Bukhari Turmudzi dan Ahmad).
Dengan metode ini diharapkan anak didik memiliki kesadaran penuh dalam melaksanakan dakwah fardhiyah tentunya menurut kemampuannya masing-masing.
7.   Wajib bagi sebagai umat Islam untuk memperdalam ajaran Islam.

فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ


Artinya: “Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama”. (QS. At-Taubah: 122)
Dengan adanya metode ini diharapkan anak didik memiliki pengetahuan dan memiliki kemampuan untuk memahami dan menguraikan serta meneruskan ajaran Islam dari sumber dasarnya. Yakni al-Qur’an dan As-sunnah, serta pengetahuan dan latar belakang masyarakat, sejarah budaya disamping siroh nabawi.

Tujuan dan Manfaat Metode Diakronis dalam Pembelajaran

Untuk mengetahui dari metode ini ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu tujuan atau guna dipelajarinya sejarah. Mengingat metode diakronis ini lebih menonjolkan aspek sejarahnya, yakni untuk mengetahui atau mencari kebenaran, mencari kejelasan tentang sebab-sebab dan asal-usul segala sesuatu untuk mengetahui secara mendalam tentang bagaimana dan mengapa peristiwa itu terjadi. Sejarah juga mempunyai tujuan praktis yaitu menangkap isyarat-isyarat yang dapat dijadikan contoh moral dalam kejadian sejarah.[14]
Tujuan dari metode ini juga senada dengan tujuan metode pendidikan Islam secara umum yakni, agar proses dan hasil belajar mengaja rajaran Islam lebih berdaya guna dan berhasil guna dan menimbulkan kesadaran anak didik untuk mengamalkan ketentuan ajaran Islam.
Sedangkan manfaat dari metode ini adalah sebagai berikut:[15]
1.   Anak didik memiliki pengetahuan yang relevan, memiliki hubungan sebab akibat atau kesatuan integral.
2.   Anak didik dapat menelaah kejadian sejarah dan mengetahui lahirnya tiap komponen, bagian, sub sistem, sistem, dan supra sistem ajaran Islam.
3.   Anak didik memiliki keinginan untuk mengetahui, memahami, menguraikan dan meneruskan ajaran-ajaran Islam dari sumber-sumber dasarnya, yakni al-Qur’an dan as-Sunnah.
4.   Anak didik memiliki pengetahuan tentang latar belakang masyarakat, sejarah, budaya di samping sirah Nabi SAW, dengan segala alam pikirannya.
Kemudian DR. H.M. Suyudi, M.Ag, dalam bukunya pendidikan dalam perspektif Islam mengatakan bahwa metode ini juga bermanfaat agar:
1.      Anak didik dapat mengetahui hubungan berbagai elemen yang berbeda-beda dan hubungan antar makhluk yang bercorak ragam.
2.      Anak didik mampu mencari sumber yang menjadi tempat pengembalian berbagai ilmu serta berbagai topik yang berbeda-beda.
3.      Anak didik mampu membedakan antara tulisan pengarang dan karya menyadur, serta mampu menganalisis gagasan masing-masing penulis.
4.      Anak didik mampu membendakan antara hakikat yang tetap dan yang berubah-ubah, dan mampu mengeneralisasikan unsur yang beragam.
5.      Menumpuhkan kecenderungan membaca dan meneliti.
6.      Memberi wawasan anak didik, sikap solidaritas dari keberagaman baik secara individu kelompok maupun golongan.
7.      Malatih anak didik agar mampu berfikir kritis.
8.      menjadikan anak didik mampu mengambil pelajaran dari peristiwa yang menimpa kelompok tertentu untuk mencari terobosan yang lain.[16]
Dari tujuan dan manfaat metode diakronis yang dipaparkan di atas diharapkan dapat menimbulkan kekuatan melaksanakan ajaran-ajaran agama Islam dengan ikhlas dan dari kesadarannya sendiri.

Komponen Pendukung Metode Diakronis

Dalam metode ini terdapat beberapa komponen penting yang cukup berperan dalam memperlancar jalannya metode diakronis pada pembelajaran yaitu:
1.   Guru yang berkompeten dan profesional.
2.   Anak didik yang aktif dalam proses pembelajaran.
3.   Buku bacaan yang sesuai dengan topik materi yang diajarkan dengan jumlah yang banyak dan bervariasi.
4.   Beberapa teknik pembelajaran yang mempunyai peranan cukup penting dalam terlaksananya metode diakronis dalam pembelajaran, agar dapat tercapai tujuan yang telah ditentukan.

Teknik Penyampaian Metode Diakronis

Telah dipaparkan di atas bahwa metode diakronis ini tidak semata-mata mengutamakan segi pelaksanaan atau aplikasi praktis, namun teknik pengajarannya dengan bantuan penggunaan teknik pengajaran yang lain, antara lain ceramah, diskusi, tanya jawab, resitasi dan lain-lain. Namun tetapi model atau metode pembelajarannya menonjolkan aspek sejarah dan memberikan uraian tentang latar belakang mengenai materi yang disampaikan.Teknik-teknik yang bisa di gunakan sebagai pengantar pelaksanaan metode diakronis dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:[17]
-     Ceramah
-     Diskusi
-     Demonstrasi
-     Resitasi
-     Tanya jawab
-     Drill
-     Sosiodrama
-     Karyawisata
-     Simulasi
-     Proyek
Untuk memilih teknik mana yang akan digunakan sebagai pengantar pelaksanaan metode diakronis ini, tentu saja harus di perhatikan dan menjadikannya sebagai acuan pada syarat pemilihan metode atau teknik yang ada,agar tujuan pembelajaran yang telah di tetapkan sebelumnya dapat di capai dengan maksimal.Jika dilihat dari alokasi waktu yang rata-rata di berikan oleh sekolah atau madrasah yakni hanya dua jam pelajaran tiap kali pertemuan,maka teknik yang baik di gunakan sebagai pengantar metode diakronis ini antara lain; ceramah, Tanya jawab, Demonstrasi dan Resitasi.

0 komentar:

Poskan Komentar

  • Blockquote

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua...

  • Duis non justo nec auge

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua...

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua...