Index Labels

SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK

Posted by Akmal Debayor

Dalam sejarah perkembangannya, linguistik dipenuhi dengan berbagai aliran, paham, pendekatan, dan teknik penyelidikan yang dari luar tampaknya sangat ruwet, saling berlawanan, dan membingungkan terutama bagi para pemula. Namun sebenarnya semua itu akan menambah wawasan kita terhadap bidang dan kajian linguistik. Berikut ini adalah beberapa sejarah, perkembangan, paham dan beberapa aliran linguistik dari zaman purba sampai sekarang.

1.  LINGUISTIK TRADISIONAL
Istilah tradisional dalam linguistik sering dipertentangkan dengan istilah struktural, sehingga dalam pendidikan formal ada istilah tata bahasa tradisional dan tata bahasa struktural. Tata bahasa tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik, sedangkan tata bahasa struktural berdasarkan struktur/ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu.
1.1.  Linguistik Zaman Yunani (5 SM – 2 SM)
Masalah pokok pada zaman ini adalah :
1.  Pertentangan antara fisis dan nomos 
2. Pertentangan antara analogi dan anomali
Berikut ini adalah beberapa kaum atau tokoh dalam studi bahasa zaman Yunani :1.1.1.  Kaum Sophis (abad ke-5 SM)
Mereka terkenal, karena:
1. Melakukan kerja secara empiris dan secara pasti dengan menggunakan ukuran tertentu
2.  Mereka membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan isi dan makna


1.1.2.  Plato (429 – 347 SM) 
Plato adalah orang pertama yang membedakan kata dalam onoma dan rhema.
Onoma (bentuk tunggal dari onomata), sedangkan rhema (bentuk tunggal dari rhemata)
Onoma dapat berarti : nama, nomina, dan subyek.
Rhema dapat berarti : ucapan, verba, predikat.
8.1.1.3.  Aristoteles (384 – 322 SM) 
Aristoteles membagi 3 macam kelas kata yaitu onoma, rhema dan syndesmoi. Syndesmoi adalah kata-kata yang lebih banyak bertugas dalam hubungan sintaksis. syndesmoi hampir sama dengan preposisi dan konjungsi.
Aristoteles yang membedakan jenis kelamin kata menjadi 3 yaitu maskulin, feminin dan neutrun.
1.1.4.  Kaum Stoik (4 SM)
Kaum Stoik terkenal karena :
1.  Mereka membedakan studi bahasa secara logika dan studi secara tata bahasa.
2.   Mereka membagi jenis kata menjadi 4, yaitu kata benda, kata kerja, syndesmoi, dan arthoron, yaitu kata-kata yang menyatakan jenis kelamis dan jumlah, dll.
1.1.5.  Kaum Alexandrian
Kaum Alexandrian menganut paham analogi dalam studi bahasa. Oleh karena itulah dari mereka kita mewarisi buku tata bahasa yang disebut tata bahasa Dionysius thrax yang lahir lebih kurang tahun 100 SM.
1.2.  Zaman Romawi
Studi bahasa pada zaman Romawi merupakan kelanjutan di zaman Yunani. Tokoh-tokoh zaman Romawi antara lain : 
1.2.1.  Varro dan “De Lingua Latina”
Yang dibicarakan dalam buku De Lingua Latina antara lain:
a)  Etimologi, adalah cabang linguistik yang menyelidiki asal-usul kata beserta artinya.
b)  Morfologi, adalah cabang linguistik yang mempelajari kata dan pembentukannya. Menurut Varro kata adalah bagian dari ucapan yang tidak dapat dipisahkan lagi dan merupakan bentuk minimum.
Varro membagi kelas kata Latin dalam 4 bagian yaitu :
-   Kata benda                           -  Partisipel
-   Kata kerja                             -  Adverbium
Kasus bahasa Latin menurut Varro ada 6 buah, yaitu :
1.  Nominativus yaitu bentuk primer atau pokok
2.  Genetivus yaitu bentuk yang menyatakan kepunyaan
3.  Dativus yaitu bentuk yang menyatakan menerima
4.  Akusativus yaitu bentuk yang menyatakan objek
5.  Vokativus yaitu bentuk sapaan/panggilan
6.  Ablativus yaitu bentuk yang menyatakan asal
1.2.2.   Institutiones Grammaticae/tata bahasa Priscia
Buku tata bahasa priscia terdiri dari 16 jilid mengenai morfologi dan 2 jilid mengenai sintaksis.
Beberapa segi yang patut dibicarakan mengenai itu, antara lain:
a)  Fonologi. Dalam fonologi yang dibicarakan mengenai tulisan/huruf yang disebut litterae. (litterae yaitu bagian terkecil dari bunyi yang dapat dituliskan. Nama huruf-huruf itu disebut figurae, nilai bunyi itu disebut protestas.
b) Morfologi. Dalam bidang ini dibicarakan, antara lain mengenai dictio atau kata. Yang dimaksud dengan dictio adalah bagian yang minimum dari sebuah ujaran dan harus diartikan terpisah dalam makna sebagai satu keseluruhan.
c)  Sintaksis. bidang ini membicarakan hal yang disebut oratio yaitu tata susun kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai.
1.3.  Zaman Pertengahan
Studi zaman pertengahan di Eropa mendapat perhatian penuh terutama oleh para filsuf skolastik dan bahasa latin menjadi Lingua Franca. Dari zaman pertengahan ini yang patur dibicarakan dalam studi bahasa, antara lain :
Kaum modistae ini masih pula membicarakan pertentangan antara fisis dan nomor dan pertentangan antara analogi dan anomali.
Tata bahasa spekulativa, merupakan hasil integrasi deskripsi gramatikal bahasa Latin ke dalam filsafat skolastik.
Petrus Hispanus, peranannya dalam bidang linguistik :
a)   Dia telah memasukkan psikologis dalam analisis makna bahasa
b) Dia telah membedakan nomen atas 2 macam yaitu nomen substantinum dan nomen adjectivum.
c)  Dia yang telah  membedakan partes orationes atas categorematik dan syntakgorematik. Yang dimaksud dengan categorematik adalah semua bentuk yang dapat menjadi subyek/predikat, sedangkan syntagorematik adalah semua bentuk tutur lainnya.
1.4.  Zaman Renaisans
Zaman Renaisans dianggap sebagai zaman pembukaan abad pemikiran abad modern. Dalam sejarah studi bahasa ada 2 hal zaman ini yang menonjol, yaitu : (1) Selain menguasai bahasa Latin, sarjana-sarjana pada waktu itu juga menguasai bahasa Yunani, bahasa Ibrani dan bahasa Arab, (2) Selain bahasa-bahasa di atas juga bahasa-bahasa Eropa lainnya juga mendapat perhatian dalam bentuk pembahasan, penyusunan tata bahasa, dan malah juga perbandingan.
1.5.  Menjelang Lahirnya Linguistik Modern
Sejak awal telah disebut bahwa Ferdinand de Saussure dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern. Masa antara lahirnya linguistik modern dengan masa berakhirnya zaman Renaisans ada satu tonggak yang sangat penting dalam sejarah studi bahasa. Tonggak itu adalah dinyatakannya adanya hubungan kekerabatan antara bahasa Sanskerta dengan bahasa-bahasa Yunani, Latin, dan bahasa-bahasa Jerman lainnya.


2.  LINGUISTIK STRUKTURALIS
Linguistik strukturalis berusaha mendeskripsikan suatu bahasa berdasarkan ciri atau sifat khas yang dimiliki bahasa itu. Tokoh-tokoh di dalam linguistik strukturalis antara lain :
8.2.1.  Ferdinand de Saussure
Ferdinan de Saussure (1857 – 1913) diangap sebagai bapak linguistik modern berdasarkan pandangan-pandangan yang dimuat dalam bukunya Course de Linguistique Generale yang disusun dan diterbitkan oleh Charles Bally dan Albert Schehay tahun 1915.
Pandangan yang dimuat dalam buku tersebut mengenai konsep :
1)  Telaah sinkronik dan diakronik, 2) perbedaan langue dan parole, 3) perbedaan sifnifiant dan signifie, dan 4) hubungan sigtagmatik dan paradigmatik.
2.2.  Aliran Praha
Aliran ini terbentuk pada tahun 1926 atas prakarsa salah seorang tokohnya yaitu Vilem Mathesius (1882 – 1945).
Dalam bidang fonologi aliran praha inilah yang pertama-tama membedakan dengan tegas akan fonetik dan fonologi. Fonetik mempelajari bunyi-bunyi itu sendiri, sedangkan fonologi mempelajari fungsi bunyi tersebut dalam suatu sistem.
2.3.  Aliran Glosematik
Aliran ini lahir di Denmark, tokohnya antara lain Louis Hjemslev (1899 – 1965), yang meneruskan ajaran Ferdinand de Saussure.
Sejalan dengan pendapat de Saussure, Hjemslev menganggap bahasa itu mengandung 2 segi, yaitu segi ekspresi dan subtansi sehingga diperoleh (1) forma ekspresi, (2)  substansi ekspresi, (3) forma isi, dan (4) substansi ini.
2.4.  Aliran Firthian
John F. Firth (1890 – 1960) sangat terkenal karena teorinya mengenai fonologi prosodi. Fonologi prosodi adalah suatu cara untuk menentukan arti pertataran fonetis. Ada 3 macam pokok prosodi, yaitu :
1)  Prosodi yang menyangkut gabungan fonem
2)  Prosodi yang terbentuk oleh sendi atau jeda
3)  Prosodi yang realisasi fonetisnya melampaui satuan yang lebih besar dari pada fonem-fonem suprasegmental.
2.5.  Linguistik Sistemik
Pokok-pokok pandangan systemic linguistics adalah :
1)  Fungsi kemasyarakatan bahasa
2)  Bahasa sebagai “pelaksana”
3)  Pemerian ciri-ciri bahasa tertentu berserta variasi-variasinya
4) Mengenal adanya gradasi dan kontinum
5)  3 tataran utama bahasa yaitu :
      -  Substansi  bunyi yang kita ucapkan saat kita bicara dan lambang yang kita gunakan saat menulis.
-  Forma
-  Situasi
2.6.  Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika
Leonard Bloomfield (1877 – 1949) terkenal dengan bukunya yang berjudul Language.
Aliran strukturalis yang dikembangkan Bloomfield dengan para pengikutnya sering juga disebut aliran taksonomi dan aliran Bloomfieldian.


2.7.  Aliran Tagmemik
Aliran ini dipelopori oleh Kenneth L. Pike. Menurut aliran ini satuan dasar dari sintaksis adalah tagmem. Tagmem adalah korelasi antara fungsi gramatikal atau slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan untuk mengisi slot tersebut.

3.  LINGUISTIK TRANSFORMAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA
Berikut ini adalah beberapa model dalam tata bahasa :
8.3.1.  Tata Bahasa Transformasi
Tata bahasa transformasi lahir dengan buku Noam Chomsky berjudul Syntatic Structure tahun 1957. Menurut Chomsky tata bahasa harus memenuhi 2 syarat, yaitu:
1. Kalimat yang dihasilkan oleh tata bahasa itu harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut.
2.  Tata bahasa tersebut harus berbentuk sedemikian rupa, sehingga istilah yang digunakan tidak berdasarkan pada gejala tertentu saja dan harus sejajar dengan teori linguistik tertentu.
Tata bahasa dari setiap bahasa terdiri dari 3 komponen, yaitu :
1.   Komponen sintaksis
2.   Komponen semantik
3.   Komponen fonologis
3.2.  Semantik Generatif
Postal, Lakof, Mc Crawly dan Kiparsky adalah tokoh-tokoh yang terkenal dengan sebutan kaum semantik generatif.
Menurut teori generatif semantik, struktur semantik dan struktur sintaksis bersifat homogen, untuk menghubungkan kedua struktur cukup dengan kaidah tranformaai saja.
3.3.  Tata Bahasa Kasus
Tata bahasa kasus pertama kali diperkenalkan oleh Charles J. Fillmore dalam karangannya berjudul “The Case for Case” tahun 1968. Dalam karangannya Fillmore membagi kalimat atas :
1) Modalitas (dapat berupa negasi, kala, aspek, adverbia)
2) Proposisi (terdiri dari verba serta kasus)
3)  Tata Bahasa Relasional (1970-an)
Sama halnya dengan tata bahasa transformasi, tata bahasa relasional juga berusaha mencari kaidah kesemestaan bahasa.

4.  TENTANG LINGUISTIK DI INDONESIA
4.1.  Pada awalnya penelitian bahasa di Indonesia dilakukan oleh para ahli Belanda dan Eropa lainnya, dengan tujuan untuk pemerintahan kolonial.
Penelitian bahasa pada zaman kolonial kebanyakan hanya bersifat observasi dan klasifikasi, belum bersifat ilmiah karena belum merumuskan teori.
4.2.  Konsep-konsep linguistik modern seperti yang dikembangkan oleh Ferdinand de Saussure sudah bergema sejak awal abad XX namun tampaknya gema konsep tersebut tiba di Indonesia pada akhir tahun lima puluhan. Pendidikan formal linguistik di fakultas sastra dan di lembaga-lembaga pendidikan guru sampai akhir tahun lima puluhan masih terpaku pada konsep-konsep bahasa tradisional yang bersifat normatif. Perubahan baru terjadi, lebih tepat disebut perkenalan konsep-konsep linguistik modern. Yang pertama dikenalkan yaitu konsep fonem, morfem, frase dan klausa dalam pendidikan formal linguistik di Indonesia yang sebelumnya konsep tersebut sebagai satuan lingual yang belum dikenal, yang dikenal hanyalah satuan kata dan kalimat.
4.3. Sesuai dengan fungsinya sebagai bahasa nasional, bahasa persatuan dan bahasa negara, maka bahasa Indonesia tampaknya menduduki tempat sentral dalam kajian linguistik dewasa ini, baik dalam negri maupun luar negeri. Secara nasional bahasa Indonesia telah mempunyai sebuah buku tata bahasa baku dan sebuah kamus besar yang disusun oleh pakar yang handal.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar