Pages

Subscribe:

Hot News

News image

Pato Jadi Tumpuan

MILAN – Perjalanan AC Milan di ajang Liga Champions musim 2011/12 akan dimulai Selasa (13/9) atau Rabu dini ... Selengkapnya

News image

Ujian Berat!

BARCELONA – Barcelona berambisi mempertahankan gelar Liga Champions yang mereka raih... Selengkapnya

News image

Persipura Ubah Taktik

PAPUA – Jacksen F. Tiago, pelatih Persipura Jayapura, mengaku harus mengubah sedikit strategi bermain menyusul absennya Gerald Pangkali dan Johannes ... Selengkapnya

News image

Pemain Mulai Melunak

JAKARTA – Ketegangan antara beberapa pemain dan pelatih timnas Wilhelmus “Wim” Rijsbergen diharapkan mereda. Beberapa pemain yang sebelumnya mengancam mogok ... Selengkapnya

Senin, 14 Maret 2011

Tinjauan Tentang Kurikulum Pendidikan.


1.  Pengertian Kurikulum Pendidikan
Kurikulum dan pendidikan adalah dua hal yang erat berkaitan, tak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Sistem pendidikan yang dijalankan pada zaman modern ini tak mungkin tanpa melibatkan keikutsertaan kurikulum. Tak mungkin ada kegiatan pendidikan tanpa kurikulum. Kebutuhan akan adanya aktivitas pendidikan selalu berarti kebutuhan akan adanya aktifitas pendidikan selalu berarti kebutiuhan adanya kurikulum. 1Tugas pendidik adalah mempersiapkan kurikulum dan dalam mengajar ia dapat mempergunakan kombinasi bahan-bahan yang dihasilkan oleh beberapa tim yang berbeda jika dianggapnya cocok. Oleh karena itu, untuk setiap mata pelajaran bahan-bahannya merupakan kombinasi bermacam-macam bahan dan bukan dari paket kurikulum tunggal.2
Secara etimologi, kurikulum berasal dari kata “curere”. Dalam  bahasa latin ”Currerre” yang berarti: “berlari cepat, tergesagesa dan menjalani”. Dan “Currerre” dikata bendakan menjadi curriculum berarti “lari cepat, perjalanan dan lapangan perlombaan”.3 Dalam kegiatan berlari tentu saja ada jarak yang harus ditempuh mulai dari start sampai dengan finish. Dari istilah atletik, kurikulum mengalami pergeseran arti ke dunia pendidikan. Atas dasar tersebut pengertian kurikulum diterapkan dalam bidang pendidikan.
Kemudian para ahli membuat macam-mcam batasan tentang kurikulum tersebut, mulai dari pengertian tradisional sampai dengan pengertian modern, mulai dari pengertian yang simple (sederhana) sampai dengan pengertian yang kompleks.
a.       Secara tradisional.
Menurut Wlliam B. Ragan dalam bukunya: Modern elementary Curriculum” cetakan ketiga tahun 1966 mengemukakan “Traditionally, the curriculum has meant the subject taught in school, or course of study”.
Pada pertengahan abad ke XX pengertian kurikulum berkembang dipakai dalam dunia pendidikan berarti “sejumlah pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa untuk kenaikan kelas atau ijazah”
b.      Secara Modern
Menurut Sailor J. Gallen & William N. Alexander dalam bukunya: “Curriculum Planing” mengemukakan pengertian curikulum sebagai berikut: Sam Total of the school efforts to influence learning whetherin the classroom, play ground or out of school”. (“Keseluruhan usaha sekolah untuk mempengaruhi belajar baik berlangsung dikelas, dihalaman maupun di luar sekolah”).4
Kiranya definisi tersebut lebih sederhana dan jelas rumusannya. Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang mempunyai tujuan tertentu, merupkan program yang direncanakan, disusun dan diatur untuk kemudian dilaksanakan disekolah melalui cara-cara yang telah ditentukan pula. Jika definisi diatas diperbandingkan dengan definisi-definisi yang dikemukkan lebih dahulu, sebenarnya tak ada perbedaan yang parsial. Semua definisi yang ditunjuk sama-sama menyebut kurikulum sebagai rencana-rencana kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan belajar yang dilakukan siswa – yang tentunya dimaksudkan untuk memperoleh sejumlah pengalaman (baca:tujuan) tertentu.
2. Fungsi kurikulum Pendidikan
Dalam proses belajar jelas kedudukan kurikulum sangat penting, karena dengan kurikulum maka anak sebagai individu yang berkembang akan mendapatkan manfaat. Namun disamping anak maka juga berfungsi bagi kepentingan yang lain.
a. Fungsi Bagi sekolah yang bersangkutan.
Fungsi kurikulum bagi sekolah yang bersangkutan ini terdiri atas dua macam.
Pertama, sebagai alat untuk mencapai tujuan penddikan yang diinginkan. Manifestasi kurikulum dalam kegiatan belajar mengajar disekolah berupa program pengajaran. Program pengajaran itu sendiri merupakan suatu sistem yang terdiri atas berbagai komponen yang kesemuanya dimaksudkn sebagai upaya untuk mencapai tujuan pendidikan.
Kedua, kurikulum dijadikan pedoman untuk mengatur kegiatan-kegiatan pendidikan yang diaksanakan disekolah. Disamping itu, kurikulum juga mengatur hal-hal yang berhubungan dengan jenis program, cara penyelenggaraan, strategi pelaksanaan, penanggung jawab, sarana dan prasarana dan sebagainya. 5
b. Fungsi bagi sekolah tingkat diatasnya.
Kurikulum dapat berfungsi sebagai pengontrol atau pemelihara keseimbangan proses pendidikan. dengan mengetahui kurikulum sekolah pada tingkat tertentu, maka pada tingkat atasnya dapat mengadakan penyesuaian. Misalnya, jika suatu bidang studi telah diberikan pada kurikulum sekolah di tingkat dibawahnya, harus dipertimbangkan lagi pemeliharaannya pada kurikulum diatasnya terutama terutama dalam hal pemilihan bahan pengajaran.

c. Fungsi bagi masyarakat.
Pada umumnya sekolah dipersiapkan untuk terjun dimasyarakat atau tegasnya untuk bekerja sesuai dengan profesi yang dimilikinya. Oleh karena itu kurikulum sekolah haruslah mengetahui atau mencerminkan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat atau para pemakai tamatan sekolah.
Perubahan dalam masyarakat, terutama akhir-akhir ini sangat cepatnya, sehingga sering sekolah tidak sanggup mengikuti jejak kemajuan masyarakat. Akibatnya sekolah bertambah lama bertambah jauh ketinggalan dan dicap konservatif, trdisional.6
Untuk keperluan itu perlu kerja sama antara pihak sekolah dengan pihak luar dalam hal pembenahan kurikulum yang diharapkan. Dengan demikian, masyarakat atau para pemakai lulusan sekolah dengan pihak sekolah dapat memberikan bantuan, kritik atau saran-saran yang berguna bagi penyempurnaan program pendidikan di sekolah.
3.  Komponen-komponen kurikulum Pendidikan.
kurikulum adalah sebuah sistem. Sebagai suatu sistem. Ia pasti mempunyai komponen-komponen atau bagian-bagian yang saling mendukung dan membentuk satu-kesatuan yang tak terpisahkan. Komponen-komponen dalam sebuah sistem bersifat harmonis, tidak saling bertentangan. Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan akan direncanakan akan mempunyai komponen-komponen pokok tujuan, isi, organisasi, dan strategi. 7
a.       Tujuan
kurikulum adalah suatu program yang dimaksudkan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. tujuan itulah yang dijadikan arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. Berhasil atau tidaknya program pendidikan disekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan banyak pencapaian tujuan-tujuan tersebut.
b.       Isi
Isi proram kurikulum adalah sesuatu yang diberikan kepada anak dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi tersebut. Jenis-jenis bidang studi ditentukan atas dasar tujuan institusional sekolah yang bersangkutan.
c.        Organisasi .
Organisasi adalah struktur program kurikulum yang berupa kerangka program-program  pengajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Organisasi kurikulum dibagi menjadi dua macam, yaitu struktur horizontal dan struktur vertikal. Struktur horizontal berhubungan dengan masalah pengorganisasian kurikulum dalam bentuk penyusunan bahan-bahan pengajaran yang akan disampaikan.
Struktur vertikal berhubungan dengan masalah pelaksanaaan kurikulum disekolah. Misalnya apakah kurikulum dilaksanakan dengan sistem kelas, tanpa kelas atau gabungan keduanya, dengan sistem unit waktu atau caturwulan.
d.       Strategi.
Komponen strategi yang dimaksudkan untuk strategi pelaksanaan kurikulum di sekolah masalah strategi pelaksanaan itu dapat dilihat dalam cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaran, penilaian, bimbingan dan konseling, pengaturan kegiatan sekolah secara keseluruhan, pemilihan metode pengajaran,m alat atau media pengajaran, dan sebagainya.8


1 Burhan Nurgiantoro, Dasar-Dasar Pngembangan Kurikulum Sekolah (sebuah pengantar teoritis dan pelaksana), ( Yokyakarta: BPFE, 1998), 1.
2 Arieh Lewy, Merencanakan kurikulum Sekolah, ( Jakarta: Bhratara Karya Aksara, 1983), 5.
3Hendyat Soetopo. M.Pd, dkk, Pembinaan Dan Pengembangan Kurikulum,                      (Yogyakarta: Bumi Aksara, 1998), 12.
4 Ibid., 13              
5 H. M. Ahamad, dkk. Pengembangan Kurikulum, (Bandung: Pustaka Setia, 1998), 97.

6 S. Nasution , MA, Asas-Asas Kurikulum, ( Jakarta, Bumi Aksara, 2003), 153.

7 Burhan Nurgiantoro, Dasar  Pengembangan kuriklum sekolah, 9.

8 H. M. Ahamad, dkk, Pengembangan Kurikulum, 105

0 komentar:

Poskan Komentar

  • Blockquote

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua...

  • Duis non justo nec auge

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua...

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua...