Pages

Subscribe:

Hot News

News image

Pato Jadi Tumpuan

MILAN – Perjalanan AC Milan di ajang Liga Champions musim 2011/12 akan dimulai Selasa (13/9) atau Rabu dini ... Selengkapnya

News image

Ujian Berat!

BARCELONA – Barcelona berambisi mempertahankan gelar Liga Champions yang mereka raih... Selengkapnya

News image

Persipura Ubah Taktik

PAPUA – Jacksen F. Tiago, pelatih Persipura Jayapura, mengaku harus mengubah sedikit strategi bermain menyusul absennya Gerald Pangkali dan Johannes ... Selengkapnya

News image

Pemain Mulai Melunak

JAKARTA – Ketegangan antara beberapa pemain dan pelatih timnas Wilhelmus “Wim” Rijsbergen diharapkan mereda. Beberapa pemain yang sebelumnya mengancam mogok ... Selengkapnya

Selasa, 12 April 2011

Metode Tandur


  1. Pengertian
Metode tandur adalah merupakan strategi pembelajaran yang dirancang oleh guru untuk membantu mengatasi peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran atau derajat resiko pribadi[1]. Tandur merupakan kerangka perencanaan Quantum Teaching. Singkatan dari; Tumbuhkan, Alami, Namai , Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajarannya atau derajat resiko pribadi akan membuat peserta didik menahan diri atau mengalami downshift yang menyebabkan belajar berhenti. Seperti halnya peserta didik ditunjuk untuk berbicara atau menjawab pertanyaan yang merupakan suatu resiko pribadi yang besar dan pengalaman yang sulit, maka peserta didik tidak akan punya kesempatan untuk meraih sukses. Dengan metode tandur ini memastikan bahwa mereka mengalami pembelajaran berlatih, menjadikan isi pelajaran nyata bagi mereka sendiri dan mencapai sukses.
Dalam Quantum Teaching rancangan yang perlu diperhatikan oleh guru adalah: Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan, yang disingkat dengan TANDUR, mempunyai pengertian bahwa:
a.      Tumbuhkan                   
Dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, seringkali mengajar harus berhadapan dengan peserta didik yang mempunyai berbagai sikap dan kemampuan yang berbeda-beda. Sebagian peserta didik mempunyai kemampuan bahasa yang baik, sebagian yang lain mempunyai kemampuan logika yang baik, sebagian yang lain kemampuan logika matematik. Sebagian peserta didik bersifat pemalu, sedangkan yang lain bersifat cenderung sulilt diatur. Apabila hal ini terjadi, tugas pengajar selanjutnya adalah menumbuhkembangkan potensi tersebut dengan cara memberikan motivasi peserta didik.
Motivasi merupakan gambaran tentang semua gejala yang terkandung dalam stimulus tindakan kearah tujuan tertentu, dimana sebelumnya tidak ada. Gerakan maju kearah tujuan tersebut. berbagai masalah di kelas, motivasi adalah proses membangkitkan, mempertahankan, dan mengontrol minat-minat.[2] Walker dalam bukunya Cinditional And Instrumental Learning menjelaskan “suatu aktivitas belajar sangat lekat dengan motivasi”. Perubahan suatu motivasi akan merubah pula wujud, bentuk, dan hasil belajar. Ada tidaknya motivasi seorang individu untuk belajar sangat berpengaruh dalam proses aktivitas belajar itu sendiri.[3]
Pada saat proses belajar mengajar guru menciptakan minat peserta didik pada suatu subyek, guru akan sering menemukan bahwa ini maju pada minat baru, menciptakan relevansi rantai yang terus-menerus. Ketika guru bertanggungjawab untuk hidup, guru akan memulai untuk mengupayakan agar segalanya terlaksana dengan baik, guru akan dihadapkan beberapa pilihan keputusan, yang menuntut pembuatan keputusan yang tepat dan juga upaya suatu kemampuan untuk membuat keputusan penuh keyakinan dapat melahirkan kekuatan pribadi.
Dalam Quantum Teaching motivasi dikaitkan dengan minat, konsep diri dan sikap akan menampakkan tingkahlaku tertentu yang diinginkan dan mendukung terjadinya proses belajar yang sukses.
Sedangkan AMBAK atau apa manfaat bagiku adalah motivasi yang didapat dari pemilihan secara mental antara manfaat dan akibat-akibat dari keputusan. Karena dasarnya, segala sesuatu yang akan dikerjakan harus menjanjikan manfaat bagi dirinya sendiri. Maka tingkahlaku belajar juga harus demikian, menjanjikan hasil-hasil dari tanggungjawab hidup yang sebelumnya masih terbayang.[4]
b.      Alami                              
Maksud dari alami adalah memberi pengalaman seperti pengalaman umum yang dimiliki oleh peserta didik sebelumnya.[5]
Kerangka rancangan Quantum Teaching ini termasuk bagian dari langkah-langkah yang tepat untuk membangun pola pengajaran yang baik, yakni dengan mengintegrasikan materi pelajaran dengan pengalaman aktivitas sehari-hari. Para peserta didik tidak lagi disodori teori yang cenderung abstrak untuk kemudian dihafalkan dan disebutkan lagi saat ujian, namun lebih bagaimana proses belajar terjadi dengan penerapan langsung materi pelajaran secara lebih komprehensif.

c.       Namai  
               Seseorang yang belajar sama halnya dengan melakukan proses perubahan tingkah laku. Tingkah laku diambil dalam arti yang luas dan mencakup pengamatan, pengenalan, pengertian, perbuatan, keterampilan, perasaan, minat dan sikap. Belajar tidak hanya mengenai bidang intelektual, tetapi juga mengenai seluruh pribadi peserta didik.
               Kerangka rancangan namai dimaksudkan dengan menyediakan kata kunci, rumus, konsep dan model serta strategi sebagai sebuah metode yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan taraf perkembangan dan kesanggupan peserta didik serta cara atau proses belajar itu sendiri.
               Penamaan akan memuaskan hasrat alami otak untuk memberikan identitas, mengurutkan dan mendefinisikan. Penamaan dibangun diatas sejumlah pengetahuan dan keingintahuan peserta didik, membuat mereka penasaran, penuh pertanyaan, dan disinilah saatnya mengajarkan konsep, keterampilan berfikir dan strategi belajar.[6]
d.      Demonstrasikan          
               Yang dimaksud demonstrasikan adalah menyediakan kesempatan bagi peserta didik untuk menunjukkan bahwa mereka sesungguhnya tahu dan mampu. Seorang guru selain menumbuhkan semangat peserta didik, hendaknya guru juga mengajari arti keberanian yang sebenarnya. Peserta didik harus diupayakan dan didorong untuk tidak mencari alasan atau menyalahkan diri sendiri dan tercekam dengan rasa takut, namun menerima kenyataan situasi yang mereka alami dan melanjutkan hidup.
               Mendemonstrasikan sama maksudnya dengan memberi peluang seluas-luasnya kepada peserta didik untuk menerjemahkan apa yang diterimanya dalam pengajaran. Penerjemahan itu dapat dilakukan dalam lingkungan formal maupun nonformal. Sesekali kita mencoba meraih kesuksesan tetapi yang diterima kegagalan. Kemudian dengan beberapa percobaan, akhirnya kesuksesan itu dapat diraih. Semuanya itu menunjukkan satu penjelasan bahwa latihan dengan praktek menjaga keadaan fisik dan emosi terus bergerak sehingga bermanfaat sebagai sebuah pengalaman yang penuh makna.
e.       Ulangi     
                  Pada umumnya, segala sesuatu yang dijelaskan guru, baik informasi maupun pengalaman yang diberikan kepada peserta didik tidak semuanya terkesan baik, tentu masih tedapat kesan-kesan yang samar dalam ingatan, pengulangan sangat membantu untuk memperbaiki semua kesan-kesan yang sesungguhnya yang tergambar jelas dalam ingatan.
                  Belajar dengan menggulangi dapat dibantu dengan menunjukkan cara-cara mengulang yang tepat untuk memudahkan peningkatan kualitas pemahaman. untuk tujuan itu, tidak mungkin ditingkatkan hanya dengan latihan-latihan konvensional seperti membaca, menyimak, menghafal, mengingat dan berfikir, yang sementara ini “membosankan” tetapi dengan mempelajari cara-cara tertentu yang lebih baik untuk mencapai tingkat pemahaman yang maksimal. Cara tepat untuk meningkatkan pemahaman adalah dengan mempelajari otak yang memiliki kemampuan yang luar biasa.
                  Pengulangan dapat memperkuat koneksi saraf dan menumbuhkan kemampuan peserta didik bahwa mereka sebenarnya tahu. Maka pengulangan harus dilakukan dengan mengikutsertakan multi kecerdasan (Multiple Intelegence) disatu pihak dan multi modalitas (Multiple Modality) dipihak lain, mengeksplorasi multi kecerdasan termasuk didalamnya kecerdasan spasial-visual, verbal linguistik, interpersonal, musical-ritmik, naturalisasi, kinestetik, intrapersonal,  dan logis matematik, menggunakan kecerdasan berganda dalam pembelajaran membantu siswa mendapatkan lebih banyak makna dan rangsangan otak dalam proses belajar, sekaligus memberi mereka lebih banyak variasi dan kesenangan, serta mengembangkan dan memperkuat kecerdasan mereka.[7]  sedangkan untuk mengeksplorasi multi kecerdasan meliputi modalitas visual, auditori dan kinestetik.
f.       Rayakan
                  Kerangka rancangan ini merupakan pengakuan terhadap penyelesaian sebuah tugas, usaha, partisipasi suatu pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan, merasa kebanggaan pemberdayaan diri untuk usaha maksimal, simpati untuk kepercayaan diri serta ungkapan terimahkasih untuk antusiasnya, semua itu adalah sesuatu yang sangat beharga dan kesemuanya itu adalah perlu diberikan pujian dengan merayakannya, tidak harus dengan wujud kegiatan perayaan yang perlu kemegahan, dapat juga dalam bentuk ungkapan perasaan, baik secara individual maupun bersama-sama. Maksud dari ganjaran itu adalah supaya dengan ganjaran itu anak lebih giat lagi usahanya untuk memperbaiki dan mempertinggi prestasi yang telah dapat dicapainya. Dengan kata lain, anak menjadi lebih keras kemauannya untuk bekerja dan berbuat lebih baik lagi. Jadi maksud terpenting bukanlah hasil yang telah dicapai anak itu, pendidik bertujuan membentuk kata hati dan kemauan yang lebih baik dan lebih keras pada anak itu.[8]
                  Pada anak usia play group, didesain semenarik mungkin untuk memungkinkan anak didik dapat berkembang secara optimal yaitu melalui metode tandur, esensi daripada tandur sendiri adalah:
a.       Aktif
Dengan metode tandur diharapkan anak dapat aktif baik fisik maupun psikis.
b.      Menyenangkan
Dengan rancangan pembelajaran tandur diharapkan anak merasa senang dan tidak jenuh dikelas. Sesuai dengan karateristik pembelajaran PAKEM antara lain:
1). Menyenangkan;
2). Ramah;
3). Menghargai dan memberikan perlakuan sesuai dengan karateristik anak;
4). Mendorong anak untuk aktif dan memproduksi gagasan;
5). Mengembangkan nilai-nilai kehidupan.
c.       Motivasi Internal
Dengan rancangan tandur dapat memotivasi anak didik, karena dengan tandur mereka merasa tertantang dan tidak mau kalah dengan temannya.
Sesuatu hal yang harus diperhatikan guru maupun orang tua dalam membangkitkan motivasi anak, selain faktor internal yaitu berasal dalam diri anak didik, ada juga faktor eksternal, antara lain:
1). Lingkungan sekolah.
2). Lingkungan teman sekolah.
3). Lingkungan teman sepermainan
Lingkungan sekolah bagaimanapun juga adalah faktor yang sangat penting bagi bangkitnya motivasi dan semangat belajar anak. Lingkungan itulah yang setiap saat ditemui anak ketika belajar. Kondisi sekolah yang dirasa tidak menyenangkan, akan berpengaruh terhadap semangat belajarnya.[9]
Esensi lingkungan belajar mengajar yang sehat adalah perasaan yang terdapat antara siswa dengan guru di dalam kelas. Perasan – perasaan yang mendasari transaksi belajar mengajar tersebut adalah sebagai berikut:
1). Penerimaan (acceptance). Penerimaan dimulai dengan guru yang memiliki kepercayaan terhadap dirinya dan terhadap kompetensi profesionalnya. Hal ini meliputi keterbatasan – keterbatasan mental, emosional, social, dan fisik para siswanya. Penerimaan juga berarti kesabaran guru menghadapi anak yang lambat dalam proses pertumbuhannya.
2). Rasa aman, adanya rasa disenangi dan diterima oleh gurnya merupakan dasar bagi adanya rasa aman bagi para siswa. Akan tetapi rasa aman ini pun banyak bergantung pada pengetahuan siswa tentang apa yang dapat dilakukan dan apa yang dapat diselesaikan mereka.
3). Perbedaan – perbedaan antara para siswa. Perbedaan – perbedaan yang ada dalam kelas, merupakan hal yang wajar, yang terpenting adalah bagaimana guru melayani dan memperlakukan siswa tesebut. Keseimbangan perlu dipelihara antara suasana kelas yang otoritatif dan tidak adanya pengarahan dari guru, guru harus memahami cara belajar anak bebeda – beda menurut kesenangannya. Yang penting adalah pemberian bimbingan dan bantuan dari pihak guru.[10]
4). Cara – cara yang demokratis. Demokatis berimplikasi adanya rasa saling menghormati, perencanaan yang kooperatif, tanggungjawab bersama, dan pendelegasian wewenang. Di sekolah, suara – suara pelajar hendaknya diperhitungkan dalam merumuskan tujuan – tujuan dan perencanaan kegiatan – kegiatan. Program pendidikan  hendaknya hendaknya merupakan input yang diperlukan oleh para siswa yang menekankan perasaan harga diri dan otonomi. Suara – suara mereka harus didengar agar mereka merasa cukup dihargai dan diperhitungkan. Salah satu ciri sekolah yang demokratis yaitu guru percaya bahwa para siswa dapat memecahkan masalahnya sendiri, dan hendaknya sikap ini dilatih sekolah.
5). Sikap bersahabat, hubungan guru dan murid tidak akan terbina dengan baik apabila guru tidak memiliki kasih sayang yang murni terhadap para siswanya. Untuk tujuan ini guru bertindak dalam dua hal: pertama, ia dapat mengenal baik karateristik para siswa sehingga ia mengetahui apa yang dapat diharapkan dari mereka. Ia dapat lebih mengenal tiap siswa mengenai abilitasnya, minatnya, tetangganya, latar belakang keluarganya, dan catatan – catatan mengenai perbuatan atau pekerjaan masa lampau para siswanya. Kedua, guru dapat memperlihatkan sikap bersahatannya dengan selalu bersikap ramah – tamah, menyediakan waktu untuk mendengarkan pendapat serta perasaan para siswanya, serta menghindarkan situasi – situasi yang dapat merendahkan pandangan siswa terhadap dirinya (self-concept).
d.      Memiliki Aturan
Pembelajaran tandur tidak asal-asalan tetapi ada aturan dan tujuan tersendiri.[11]
Metode pembelajaran untuk anak usia dini (Play Group) hendaknya menantang dan menyenangkan, melibatkan unsur bermain, bergerak, bernyanyi, dan belajar.
Sedangkan yang dijadikan pertimbangan dalam memilih metode adalah:
a.                 Berpedoman pada tujuan
b.                Perbedaan individu anak didik
c.                 Kemampuan guru
d.                Sifat bahan pelajaran
e.                 Situasi kelas
f.                 Kelengkapan fasilitas
g.                Kelebihan dan kelemahan metode[12]
Penerapan metode tandur ini tidak hanya diterapkan siswa pada tingkat SD, SMP tetapi juga dapat diterapkan pada anak tingkatan prasekolah atau dalam hal ini disebut dengan anak “play group”atau taman belajar.
Yang dimaksudkan anak prasekolah adalah mereka yang berusia 3 – 6 tahun menurut Biechler dan Snowman (1993). Mereka biasanya mengikuti progam prasekolah dan kindergarten. Sedangkan di Indonesia, umumnya mereka mengikuti progam penitipan anak  (3 bulan – 5 tahun) dan kelompok bermain (usia 3 tahun), sedangkan pada usia 4 – 6 tahun biasanya mereka mengikuti program taman kanak-kanak.[13]
  1. Prinsip-Prinsip Tandur
a. Segalanya Berbicara
Segalanya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh anda, dari kertas yang anda bagikan hingga rancangan pelajaran anda; semuanya mengirim pesan untuk belajar.
b. Segalanya Bertujuan
Semua yang dilakukan guru dalam pembelajaran, mempunyai tujuan yang pasti.
c. Pengalaman Sebelum Pemberian Nama
Otak kita berkembang pesat dengan adanya rangsangan kompleks, yang akan menggerakkan rasa ingin tahu. Oleh karena itu, proses belajar paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari.
d. Akui Setiap Usaha
Belajar mengandung resiko, belajar berarti melangkah keluar dari kenyamanan. Pada saat siswa mengambil langkah ini mereka patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka.
Semua orang senang diakui. Menerima pengakuan membuat orang merasa bangga, percaya diri, dan bahagia. Penelitian mendukung konsep bahwa kemampuan siswa meningkat karena pengakuan guru. Untuk mendapatkan hasil terbaik dengan siswa, akuilah setiap usaha, tidak hanya usaha yang tepat. Sebagai guru, kita lebih banyak mengakui ketepatan daripada proses belajar perseorangan.
e). Jika Layak Dipelajari, Layak Pula Dirayakan!
Perayaan adalah sarapan pelajar juara, perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.
Perayaan membangun keinginan untuk sukses. Dibawah ini adalah beberapa bentuk perayaan menyenangkan yang biasa digunakan, antara lain:
1). Tepuk tangan
2). Hore! Hore! Hore!
3). Poster umum
4). Catatan pribadi
5). Kejutan dan lain-lain.[14]
  1. Tujuan dan Strategi Metode Tandur
            a. Tumbuhkan
         Tujuannya : Penyertaan menciptakan jalinan dan kepemilikan bersama atau kemampuan saling memahami. Penyertaan akan memanfaatkan pengalaman mereka, mencari tanggapan “yes” dan mendapatkan komitmen untuk menjelajah.
Strateginya : Sertakan pertanyaan, pantomim, lakon pendek dan lucu, drama, video, cerita.
            b. Alami                            
Tujuanya : Memberi pengalaman kepada siswa, dan memanfaatkan hasrat alami otak untuk menjelajah.
          Strateginya : Gunakan jembatan keledai, permainan, dan simulasi. perankan unsur-unsur pelajaran baru dalam bentuk sandiwara. Beri mereka tugas kelompok dan pengetahuan yang mengaktifkan pengetahuan yang sudah mereka miliki.
             c. Namai
          Tujuannya : Penanaman memuaskan hasrat alami otak untuk memberikan identitas, mengurutkan, dan mendefinisikan. Penanaman dibangun di atas pengetahuan dan keingintahuan siswa pada saat itu. Penanaman adalah saatnya untuk mengajarkan konsep, keterampilan berfikir, dan strategi belajar.
Strateginya : Gunakan susunan gambar, warna, alat Bantu, kertas tulis, dan poster di dinding.
            d. Demonstrasikan
          Tujuannya : Memberikan siswa peluang untuk menerjemahkan dan menerapkan pengetahuan mereka ke dalam pembelajaran yang lain, dan kedalam kehidupan mereka. 
          Strateginya : Sandiwara, video, permainan, rap, lagu, penjabaran dalam grafik.
            e. Ulangi
          Tujuannya : Memperkuat koneksi saraf dan menumbuhkan rasa “aku tahu bahwa aku tahu ini!”
          Strateginya : Menirukan mengulang-ngulang pelajaran, berjalan mengelilingi ruangan sambil mengulang halaman-halaman poster sambil mengulang apa yang mereka pelajari bersama; tepuk yes!
f. Rayakan
Tujuannya : Memberi rasa rampung dengan menghormati usaha,      ketekunan, dan kesuksesan. Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan.
         Strateginya : Pujian, bernyanyi bersama, pamer pada    pengunjung, pesta kelas.[15]

  1. Modalitas Pembelajaran Tandur (V-A-K)
Dalam proses pembelajaran, anak didik mengunakan modalitas belajar, tidak hanya cenderung pada salah satu modalitas saja tetapi juga memanfaatkan kombinasi modalitas tertentu yang memberi mereka bakat dan kekurangan alami, modalitas itu antara lain:
    1. Visual
Modalitas ini mengakses citra visual, yang diciptakan maupun diingat. Warna, hubungan ruang, potret mental, dan gambar menonjol dalam modalitas ini. Ciri-ciri anak didik yang mempunyai modalitas visual, antara lain:
1).   Teratur, memperhatikan segala sesuatu, menjaga penampilan.
2). Mengingat dengan gambar, lebih suka membaca daripada dibacakan.
3).  Membutuhkan gambaran dan tujuan menyeluruh dan menangkap detail; mengingat apa yang dilihat.
    1. Auditorial
Modalitas ini mengakses segala bentuk bunyi dan kata diciptakan maupun diingat. Musik, irama, nada, rima, dialog internal, dan suara menonjol disini. Ciri-ciri anak didik yang mempunyai modalitas ini, antara lain:
1). Perhatiannya mudah terpecah.
2). Berbicara dengan pola irama.
3). Belajar dengan cara mendengarkan, menggerakkan bibir/bersuara saat membaca.
4). Berdialog secara internal dan eksternal.
    1. Kinestetik
Modalitas ini mengakses segala jenis gerak dan emosi diciptakan maupun diingat. Gerakan, koordinasi, irama, tanggapan emosional, dan kenyamanan fisik menonjol disini. Ciri-ciri anak didik yang mempunyai modalitas kinestetik, antara lain:
1).   Menyentuh orang dan berdiri berdekatan, banyak bergerak.
2). Belajar dengan melakukan, menunjuk tulisan saat membaca, menanggapi secara fisik.
3).   Mengingat sambil berjalan dan melihat.[16]


0 komentar:

Poskan Komentar

  • Blockquote

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua...

  • Duis non justo nec auge

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua...

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua...